Semarang, 12 September 2025 – Universitas Diponegoro (Undip) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) bekerjasama dengan IKA (Ikatan Alumni) Fisip Undip dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum) menggelar seminar nasional dengan tema “Integritas Penyelenggara Pemilu dan Masa Depan Demokrasi Indonesia”, yang dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dari dunia politik, media, dan akademisi. Acara ini bertujuan untuk membahas berbagai tantangan dan solusi terkait integritas penyelenggaraan pemilu di Indonesia, serta bagaimana hal tersebut dapat mempengaruhi masa depan demokrasi negara.
Seminar ini dibuka dengan sambutan dari Wakil Rektor IV Undip, Wijayanto, yang mewakili Rektor Undip. Dalam sambutannya, Wijayanto menyampaikan bahwa Undip terus berupaya menjadi universitas kelas dunia dan menghargai kehadiran para praktisi dan pakar di bidang politik dan demokrasi yang hadir dalam acara ini. “Ini adalah satu kemewahan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari para tokoh nasional,” ungkapnya.
Dekan FISIP Undip, Teguh Yuwono, dalam sambutannya juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada para pembicara dan tamu undangan yang telah memberikan kontribusi berharga dalam acara ini. Ia menekankan bahwa FISIP Undip terus berusaha untuk mencapai status world-class university, dengan berbagai kerjasama internasional yang telah terjalin, termasuk dengan para akademisi dari Brasil dan Filipina.
Sementara itu, Ketua Departemen Politik dan Ilmu Pemerintahan Undip, Nur Hidayat Sardini, menyatakan pentingnya integritas penyelenggara pemilu sebagai fondasi untuk membangun demokrasi yang sehat. Nur Hidayat Sardini juga memberikan sejumlah pandangan kritisnya tentang bagaimana perbaikan penyelenggaraan pemilu ke depannya, seperti tawaran penggunaan sistem e-counting untuk menekan mahalnya biaya kandidasi dan kampanye calon. Ia juga menekankan pentungnya perubahan paradigma DKPP bukan hanya mengurai problem di level hilir (kuratif) tetapi juga hulu (preventif).
Berbagai pembicara berkompeten hadir dalam seminar ini, antara lain Ketua DKPP RI, Heddy Luqito, yang menjelaskan tantangan dalam penegakan etika penyelenggaraan pemilu. Luqito menekankan bahwa DKPP memiliki peran penting dalam menjaga integritas KPU dan Bawaslu. Ia juga menyoroti fakta bahwa politik uang dan pelanggaran etika menjadi masalah serius yang harus diatasi untuk memperbaiki kualitas demokrasi.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Muhammad Saleh, yang juga turut hadir sebagai pembicara, mengajak semua pihak untuk bersama-sama memperbaiki perilaku di dalam penyelenggaraan pemilu. “Penyelenggaraan pemilu yang berintegritas adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi,” ujarnya.
Dari sisi media, Yogi Arif Nugraha, Pimred Kompas TV, menyampaikan bahwa media memiliki peran strategis dalam memastikan integritas pemilu melalui jurnalisme yang berkualitas. Ia menekankan pentingnya independensi media untuk menjaga kualitas jurnalisme dalam menyampaikan informasi kepada publik.
Seminar ini juga memperkenalkan berbagai solusi untuk mengatasi tantangan demokrasi Indonesia, seperti perlunya pemilu yang lebih murah, mudah, dan ramah, penguatan partisipasi masyarakat, serta perubahan paradigma dalam penyelenggaraan pemilu.
Acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting dalam upaya memperbaiki proses demokrasi di Indonesia, dengan mengedepankan integritas, keadilan, dan transparansi.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi: 08992227991 (Hary Gunarso)




0 Komentar