{"id":31776,"date":"2025-05-15T13:46:04","date_gmt":"2025-05-15T06:46:04","guid":{"rendered":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/?p=31776"},"modified":"2025-05-15T13:46:04","modified_gmt":"2025-05-15T06:46:04","slug":"mahasiswa-ilmu-pemerintahan-fisip-undip-ikuti-magang-diplomatik-di-delegasi-uni-eropa-menyelami-dinamika-hubungan-internasional-lewat-perspektif-lokal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/id\/mahasiswa-ilmu-pemerintahan-fisip-undip-ikuti-magang-diplomatik-di-delegasi-uni-eropa-menyelami-dinamika-hubungan-internasional-lewat-perspektif-lokal\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP Undip Ikuti Magang Diplomatik di Delegasi Uni Eropa: Menyelami Dinamika Hubungan Internasional Lewat Perspektif Lokal"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Jakarta, Februari 2025 \u2013 Muhammad Bashara Hadid, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Diponegoro (angkatan 2021), menjadi salah satu peserta magang terpilih dalam program <em>Compulsory Traineeship<\/em> di Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, khususnya pada unit <em>Political, Press, and Information Section<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagi Bashara, pengalaman magang ini bukanlah sesuatu yang pernah ia bayangkan sebelumnya. \u201cSebagai mahasiswa Ilmu Pemerintahan, saya tidak pernah membayangkan bisa magang di sebuah kedutaan dan terlibat dalam kegiatan diplomatik, terutama mengingat kurikulum program studi ini yang fokus pada politik domestik,\u201d ujarnya. Namun justru latar belakang keilmuan tersebut menjadi kekuatan tersendiri selama ia menjalani peran sebagai <em>trainee<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Delegasi Uni Eropa, menurutnya, memerlukan berbagai masukan terkait kondisi politik dan kebijakan publik di Indonesia. Di sinilah ilmu yang ia pelajari selama kuliah menjadi sangat relevan. \u201cSaya merasa senang bisa berkontribusi dalam hal ini. Pengetahuan saya tentang politik domestik Indonesia menjadi aset penting yang saya bawa ke meja diplomasi,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selama magang, Bashara merasakan langsung atmosfer kerja yang egaliter, inklusif, dan kolaboratif. Meskipun berstatus sebagai intern, ia tidak hanya diberi tugas administratif, tetapi juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan diplomatik strategis. Ia bahkan duduk satu meja dengan perwakilan dari berbagai kedutaan besar negara-negara Eropa. \u201cBudaya kerja yang saya temui di sini sangat terbuka. Bahkan ada satu prinsip kerja yang sangat saya pelajari: <em>I say what I will do, I do what I say, and I report what I do<\/em>, sebuah prinsip yang menanamkan pentingnya integritas dan akuntabilitas dalam kerja diplomatik,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada minggu pertamanya saja, Bashara telah terlibat dalam berbagai kegiatan, seperti menyusun ringkasan berita harian tentang Indonesia, menghadiri rapat-rapat penting, mencatat notulensi, dan menyusun riset terkait kondisi politik nasional. Ia juga mendapatkan pelatihan dalam menyusun <em>briefing notes<\/em>, dokumen singkat namun strategis yang menjadi keterampilan esensial dalam dunia diplomasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salah satu momen yang paling membekas baginya adalah saat menghadiri diskusi terbatas bersama perwakilan dari berbagai negara Eropa. Di sana, ia menyaksikan langsung bagaimana negosiasi internasional berlangsung, serta bagaimana masing-masing negara membawa pendekatan dan prioritas yang berbeda dalam menjalin kerja sama. \u201cItu adalah pengalaman yang sangat membuka mata dan memperluas wawasan saya tentang dinamika hubungan internasional,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bimbingan langsung dari St\u00e9phane Mechati, <em>Deputy Head of Delegation<\/em>, juga menjadi bagian penting dari proses pembelajaran Bashara. \u201cBeliau sangat terbuka untuk berdiskusi dan memberi banyak perspektif mengenai prinsip-prinsip dasar diplomasi, serta tantangan nyata yang dihadapi dalam hubungan bilateral dan multilateral,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengakhiri testimoninya, Bashara menegaskan bahwa pengalaman ini menjadi titik awal penting dalam membangun karier di dunia hubungan internasional. \u201cSaya merasa lebih percaya diri untuk mengeksplorasi lebih jauh dunia diplomasi, dan melihat secara langsung bagaimana kebijakan internasional dapat memengaruhi kebijakan domestik Indonesia. Ini membuka mata saya akan potensi karier yang selama ini belum pernah saya bayangkan.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Partisipasi Bashara dalam program magang internasional ini mencerminkan komitmen Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Undip dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di tingkat global. Pengalaman magang di Delegasi Uni Eropa menjadi bukti nyata bahwa kompetensi lulusan Ilmu Pemerintahan mampu menjawab tantangan kerja lintas negara dan menjembatani diplomasi dari perspektif lokal ke arena internasional.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Februari 2025 \u2013 Muhammad Bashara Hadid, mahasiswa Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Diponegoro (angkatan 2021), menjadi salah satu peserta magang terpilih dalam program Compulsory Traineeship di Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, khususnya pada unit Political, Press, and Information Section. Bagi Bashara, pengalaman magang ini bukanlah sesuatu yang pernah ia bayangkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":188,"featured_media":31777,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-31776","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-id"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31776","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/188"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=31776"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31776\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":31778,"href":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/31776\/revisions\/31778"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31777"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=31776"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=31776"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pemerintahan.fisip.undip.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=31776"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}