Kurikulum 2024

Ilmu Pemerintahan

Ilmu Pemerintahan: Menyiapkan Pemimpin Publik yang Adaptif

Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UNDIP dirancang untuk mencetak lulusan yang adaptif, kritis, dan berintegritas dalam menghadapi tantangan tata kelola pemerintahan. Mahasiswa dipersiapkan untuk berkarier sebagai birokrat, analis kebijakan, aktivis sosial, atau penghubung sektor publik dan swasta, dengan bekal kompetensi teknis, manajerial, dan etika pelayanan publik.

     Situasi sosial-politik global yang dinamis, seperti meningkatnya ketidakpastian geopolitik, tantangan tata kelola pemerintahan, serta harapan publik terhadap kualitas pelayanan yang semakin tinggi—tuntutan terhadap keberadaan sumber daya manusia yang unggul dan adaptif dalam bidang pemerintahan menjadi semakin krusial. Dalam konteks ini, Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP Universitas Diponegoro secara strategis merancang kurikulum dan proses pembelajaran guna menghasilkan lulusan yang mampu menjawab tantangan tersebut secara cerdas, kritis, dan berintegritas. Para lulusan diarahkan tidak hanya untuk mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan, tetapi juga berperan aktif sebagai penggerak dalam mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

     Lulusan Ilmu Pemerintahan UNDIP dipersiapkan untuk menjadi Birokrat profesional yang mampu mengelola berbagai tugas pemerintahan baik di tingkat pusat maupun daerah. Mereka dibekali kompetensi teknis pemerintahan, keterampilan manajerial untuk memimpin unit kerja publik, serta kecakapan sosial-kultural dalam melayani masyarakat majemuk. Menjunjung tinggi etika dan integritas, lulusan mampu menjadi motor penggerak dalam birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik yang efektif, reformasi kelembagaan, dan penguatan tata kelola yang berkelanjutan.

Selain itu, lulusan juga diarahkan untuk menjadi Analis Politik dan kebijakan Pemerintahan yang bekerja secara profesional di lembaga penelitian, lembaga legislatif, maupun pusat studi kebijakan. Mereka memiliki kemampuan berpikir sistematis, kritis, dan berbasis bukti dalam menganalisis berbagai isu politik dan pemerintahan. Dengan pendekatan ilmiah dan metodologi yang kuat, lulusan mampu memberikan rekomendasi kebijakan publik yang relevan dan solutif dalam merespons persoalan sosial-politik yang kompleks, baik di level lokal, nasional, maupun global.

     Lulusan Ilmu Pemerintahan juga memiliki kapasitas untuk berperan sebagai Aktivis Sosial-Politik yang bekerja di LSM, partai politik, organisasi masyarakat sipil, maupun kelompok kepentingan lainnya. Mereka dibekali keterampilan dalam menyerap aspirasi masyarakat, mengedukasi publik, serta melakukan advokasi kebijakan secara kritis dan bertanggung jawab. Dengan integritas dan kemampuan komunikasi yang baik, mereka dapat menjembatani kebutuhan masyarakat dengan arah kebijakan pemerintah, sekaligus menjadi aktor perubahan sosial yang berpihak pada keadilan dan keberlanjutan pembangunan.

     Program Studi Ilmu Pemerintahan juga mempersiapkan lulusan yang mampu berkiprah sebagai penghubung antara sektor swasta dan pemerintah (Government Relations Officer). Lulusan yang bekerja di luar institusi pemerintah, seperti di perusahaan swasta, dan memiliki kompetensi dalam menjalin komunikasi strategis, bernegosiasi, serta mengadvokasi kebijakan publik yang terkait dengan kegiatan usaha.

Semester 1

Pada semester pertama, mahasiswa dibekali landasan dasar keilmuan dan kebangsaan sebagai fondasi untuk studi lanjut. Mata kuliah dalam semester ini mencakup pengenalan ilmu sosial, politik, ekonomi, dan pemerintahan, serta pembentukan karakter melalui nilai-nilai agama, kewarganegaraan, dan Pancasila, dilengkapi dengan kemampuan dasar berbahasa Inggris dan pendidikan jasmani.

20 SKS

Mata Kuliah

1. Pancasila (2 SKS)
Memahami Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara. Mahasiswa diajak mengaplikasikan nilai-nilainya dalam kehidupan pribadi, sosial, dan profesional.


2. Kewarganegaraan (2 SKS)
Mengkaji hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam sistem demokrasi, serta menumbuhkan kesadaran terhadap pentingnya partisipasi dalam demokrasi dan keadilan sosial.


3. Olahraga (1 SKS)
Mempelajari berbagai cabang olahraga dan pentingnya menjaga kebugaran tubuh melalui aktivitas fisik, serta pemahaman dasar tentang pencegahan cedera dan hidup sehat.


4. Bahasa Inggris I (1 SKS)
Pengenalan struktur dasar bahasa Inggris, meliputi tata bahasa, pelafalan, kosakata, dan kemampuan komunikasi sederhana secara lisan maupun tulisan.


5. Pendidikan Agama (2 SKS)
Memberikan pemahaman tentang prinsip-prinsip ajaran agama, nilai moral, dan etika dalam kehidupan sosial. Mahasiswa memilih salah satu dari:

• Pendidikan Agama Islam

• Pendidikan Agama Kristen

• Pendidikan Agama Katolik

• Pendidikan Agama Hindu

• Pendidikan Agama Buddha

• Pendidikan Agama Kong Hu Chu

• Kepercayaan kepada Tuhan YME


6. Pengantar Ilmu Politik (3 SKS)
Mengenalkan dasar-dasar ilmu politik, termasuk konsep kekuasaan, negara, sistem pemerintahan, ideologi, partai politik, serta keterlibatan masyarakat dalam proses politik.


7. Pengantar Ilmu Sosial (3 SKS)
Mempelajari dasar-dasar ilmu sosial seperti sosiologi, antropologi, psikologi sosial, ekonomi, dan politik untuk memahami dinamika sosial masyarakat secara kritis.


8. Pengantar Ilmu Ekonomi (3 SKS)
Pengenalan konsep dasar ekonomi mikro dan makro serta pengaruh ekonomi terhadap pengambilan keputusan oleh individu, organisasi, dan pemerintah.


9. Dasar-Dasar Ilmu Pemerintahan (3 SKS)
Membahas struktur, fungsi, dan mekanisme pemerintahan, baik pusat maupun daerah, serta peran lembaga negara dalam tata kelola pemerintahan yang modern.


Semester 2

Pada semester kedua, mahasiswa mulai mendalami keterampilan berpikir kritis, komunikasi akademik, serta pengantar bidang manajerial dan kebijakan publik. Berbagai mata kuliah dirancang untuk memperkuat pemahaman terhadap pemerintahan, metode penelitian, serta keterampilan menulis dan berwirausaha sebagai bekal dalam menghadapi tantangan akademik dan profesional.

20 SKS

Mata Kuliah

1. Bahasa Inggris II (1 SKS)
Mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris secara lebih lanjut, dengan fokus pada grammar tingkat lanjut, kosakata, serta keterampilan berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis dalam konteks sosial dan akademik.


2. Bahasa Indonesia (2 SKS)
Melatih mahasiswa dalam menyusun teks yang efektif dan logis, menyampaikan ide secara terstruktur, serta mengaplikasikan bahasa Indonesia dalam kegiatan akademik seperti penulisan laporan, esai, dan presentasi.


3. Kewirausahaan (2 SKS)
Membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang pentingnya kreativitas, inovasi, serta kesiapan mengambil risiko dalam dunia bisnis. Juga membahas tantangan dan solusi dalam memulai serta mengembangkan usaha.


4. Azas-Azas Manajemen (3 SKS)
Mengenalkan konsep dasar dan prinsip manajemen yang berlaku di berbagai organisasi. Mahasiswa diajak memahami bagaimana manajemen diaplikasikan dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan organisasi.


5. Pemerintahan Nasional (3 SKS)
Mempelajari struktur dan prinsip dasar pemerintahan nasional, peran lembaga-lembaga negara, serta proses formulasi dan implementasi kebijakan publik di tingkat nasional.


6. Kebijakan Publik (3 SKS)
Mengenalkan proses perumusan kebijakan publik, peran aktor-aktor dalam sektor publik, serta tantangan dalam implementasi kebijakan dan dampaknya terhadap masyarakat.


7. Teknik Penulisan Karya Ilmiah (3 SKS)
Melatih mahasiswa untuk menyusun karya ilmiah dengan struktur yang tepat, argumentasi yang kuat, serta penggunaan sitasi dan referensi sesuai standar akademik, sekaligus membangun integritas akademik dengan menghindari plagiarisme.


8. Metodologi Ilmu Pemerintahan (3 SKS)
Mempelajari dasar-dasar metodologi penelitian dalam ilmu pemerintahan, baik kualitatif maupun kuantitatif. Mahasiswa dilatih merancang penelitian dan melakukan analisis data secara sistematis dan objektif.


Semester 3

Pada semester ketiga, mahasiswa mulai diarahkan untuk memahami secara mendalam dinamika pemerintahan, politik, dan pelayanan publik dalam berbagai tingkatan. Selain itu, diperkenalkan pula keterampilan teknis seperti Internet of Things (IoT) yang relevan dalam era digital, serta penguatan kemampuan berbahasa Inggris dalam konteks akademik dan profesional.

24 SKS

Mata Kuliah

1. Bahasa Inggris III (1 SKS)
Memperdalam kemampuan bahasa Inggris mahasiswa pada tingkat lanjut, terutama dalam konteks akademik dan profesional. Fokus pada pengembangan keterampilan berbicara dan menulis formal, serta pemahaman terhadap teks akademik kompleks.


2. Internet of Things (IoT) (2 SKS)
Memperkenalkan konsep dan teknologi IoT serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan sektor industri. Mahasiswa belajar merancang dan mengelola sistem IoT serta memahami peranannya dalam pengembangan smart city.


3. Studi Parlemen (3 SKS)
Mengupas struktur, fungsi, dan dinamika kerja parlemen. Membahas proses legislasi, mekanisme pengawasan, hubungan eksekutif-legislatif, serta tantangan demokrasi dalam konteks representasi politik.


4. Pemerintahan Daerah (3 SKS)
Menjelaskan prinsip otonomi daerah, pembagian kewenangan pusat-daerah, dan implementasi kebijakan publik lokal. Termasuk analisis terhadap partisipasi masyarakat dan keberlanjutan pembangunan daerah.


5. Pelayanan Publik (3 SKS)
Memberikan pemahaman mengenai manajemen layanan publik yang efektif, responsif, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Mahasiswa diajak memahami pentingnya inovasi dan pengelolaan sumber daya dalam meningkatkan kualitas layanan pemerintah.


6. Teori Politik Pemerintahan (3 SKS)
Mempelajari teori politik klasik dan kontemporer terkait negara, kekuasaan, dan hubungan antara pemerintah dan rakyat. Menelaah berbagai model pemerintahan, demokrasi, keadilan, serta fenomena politik global.


7. Komunikasi Politik Pemerintahan (3 SKS)
Membahas teori dan praktik komunikasi politik dalam konteks pemerintahan. Mahasiswa memahami bagaimana aktor politik menyampaikan kebijakan kepada publik, membangun citra, dan mempengaruhi opini masyarakat.


8. Tata Kelola Pemerintahan (3 SKS)
Mengkaji model-model tata kelola pemerintahan serta peran lembaga dalam mewujudkan pemerintahan yang baik (good governance). Isu-isu seperti korupsi, partisipasi publik, dan pemanfaatan teknologi juga turut dibahas.


9. Birokrasi (3 SKS)
Membahas struktur dan peran birokrasi dalam penyelenggaraan negara. Fokus pada reformasi birokrasi, efisiensi, transparansi, serta kontribusi birokrasi terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional.


Semester 4

Memasuki semester keempat, mahasiswa mulai diarahkan untuk memahami pemerintahan pada level mikro seperti desa, serta memperluas wawasan tentang aspek hukum, sumber daya manusia, dan kepemimpinan dalam tata kelola pemerintahan. Selain itu, keterampilan metodologis penelitian semakin diperdalam, serta diperkenalkan mata kuliah pilihan yang memperkaya perspektif mahasiswa terhadap dinamika politik dan opini publik.

24 SKS

Mata Kuliah

1. Pemerintahan Desa (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas struktur, peran, dan fungsi pemerintahan desa dalam sistem pemerintahan Indonesia. Mahasiswa akan mempelajari kewenangan desa, pengelolaan anggaran, peran kepala desa, serta hubungan antara desa dengan pemerintah daerah dan masyarakat.


2. Metode Penelitian Kuantitatif & Kualitatif (3 SKS)
Membekali mahasiswa dengan pemahaman dan keterampilan praktis dalam dua pendekatan penelitian utama. Fokus pada perbedaan paradigma, teknik pengumpulan dan analisis data, serta penerapannya dalam penelitian ilmu pemerintahan.


3. Hukum Tata Pemerintahan (3 SKS)
Membahas kerangka hukum yang mengatur sistem dan praktik pemerintahan. Mahasiswa akan mempelajari asas legalitas, kewenangan administratif, tanggung jawab pejabat publik, serta penyelesaian sengketa dalam tata pemerintahan.


4. Tata Kelola SDM Pemerintahan (3 SKS)
Mata kuliah ini menelaah strategi manajemen sumber daya manusia di sektor publik. Termasuk di dalamnya adalah rekrutmen, pengembangan kompetensi, evaluasi kinerja, dan motivasi kerja pegawai negeri, dalam konteks good governance.


5. Kebijakan Anti Korupsi (3 SKS)
Mengupas strategi dan kebijakan pemberantasan korupsi di Indonesia. Mahasiswa akan memahami bentuk-bentuk korupsi, dampaknya terhadap pembangunan, serta upaya institusional dan regulatif dalam memberantas praktik koruptif.


6. Kepemimpinan Politik dan Pemerintahan (3 SKS)
Mempelajari berbagai teori dan praktik kepemimpinan dalam konteks politik dan pemerintahan. Ditekankan pada karakteristik pemimpin yang efektif, gaya kepemimpinan, serta tantangan yang dihadapi dalam memimpin lembaga publik dan pemerintahan.


7. Pemilihan Umum dan Partai Politik (3 SKS)
Membahas sistem pemilu, dinamika partai politik, serta pengaruhnya terhadap tata kelola pemerintahan. Fokus pada peran pemilu sebagai mekanisme demokrasi, regulasi kampanye, serta representasi politik masyarakat.


8. Mata Kuliah Pilihan (3 SKS)
Mahasiswa dapat memilih satu dari dua mata kuliah berikut, sesuai minat akademik dan pengembangan wawasan:

• Opini Publik
Mempelajari proses pembentukan opini publik, teknik survei dan analisis opini, serta peran opini publik dalam proses kebijakan dan dinamika politik.

• Perbandingan Politik
Membahas sistem politik di berbagai negara, termasuk perbandingan struktur kekuasaan, sistem pemerintahan, serta dinamika politik kontemporer antar negara.


Semester 5

Pada semester kelima, mahasiswa mulai memperdalam keahlian melalui mata kuliah inti serta peminatan yang terbagi dalam tiga konsentrasi: Tata Kelola Pemerintahan, Kebijakan Pemerintahan, dan Politik Elektoral. Fokus utama semester ini adalah pengembangan kemampuan etik, keuangan, lobi politik, dan praktik penelitian, disertai peluang memperluas perspektif melalui mata kuliah pilihan global maupun isu-isu domestik strategis.

24 SKS

Mata Kuliah

1. Etika Politik Pemerintahan (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas prinsip-prinsip etika dalam praktik politik dan pemerintahan, termasuk integritas, kejujuran, tanggung jawab publik, serta dilema moral yang sering dihadapi oleh pejabat dan aparatur pemerintahan. Mahasiswa akan diajak untuk berpikir kritis dalam menghadapi situasi nyata yang menuntut pertimbangan etik dalam pengambilan keputusan politik.


2. Tata Kelola Keuangan Pemerintahan (3 SKS)
Mempelajari sistem perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban keuangan negara dan daerah. Mahasiswa akan memahami prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi dalam pengelolaan keuangan publik, termasuk pengawasan dan audit internal pemerintah.


3. Lobi dan Negosiasi Politik (3 SKS)
Mata kuliah ini membekali mahasiswa dengan keterampilan dan strategi lobi serta teknik negosiasi dalam konteks hubungan antar-aktor politik dan pemerintahan. Dibahas pula peran lobi dalam proses legislasi, advokasi kebijakan, dan pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan politik.


4. Praktik Penelitian Politik dan Pemerintahan (3 SKS)
Merupakan lanjutan dari mata kuliah metodologi, mahasiswa akan melakukan praktik penelitian secara langsung di lapangan. Tujuannya adalah mengembangkan kemampuan dalam merancang, melaksanakan, dan menyusun laporan penelitian yang berfokus pada isu-isu politik dan pemerintahan aktual.


Mata Kuliah Pilihan (Pilih Salah Satu):

1. Global Governance (3 SKS)
Menjelaskan tentang sistem tata kelola global, peran organisasi internasional, serta tantangan dalam menciptakan tata kelola lintas negara yang adil dan efektif.


2. Agama dan Politik (3 SKS)
Membahas hubungan antara agama dan politik di berbagai konteks sosial, baik dari sisi historis, ideologis, maupun dalam praktik kontemporer.


3. Politik Demografi (3 SKS)
Menganalisis pengaruh perubahan demografi terhadap kebijakan publik, partisipasi politik, serta dinamika sosial dalam suatu negara.


Konsentrasi Tata Kelola Pemerintahan

1. Perilaku Pemerintahan (3 SKS)
Mempelajari perilaku aktor-aktor dalam sistem pemerintahan, termasuk birokrat, politisi, dan pemimpin lokal. Fokus pada dinamika internal pemerintahan dan pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja.


2. Politik Lingkungan (3 SKS)
Menelaah bagaimana isu lingkungan menjadi bagian dari proses politik dan kebijakan publik, serta interaksi antara negara, masyarakat sipil, dan sektor swasta dalam isu keberlanjutan.


3. Politik Perkotaan (3 SKS)
Membahas dinamika politik dan pemerintahan di wilayah urban, termasuk isu tata ruang, pelayanan publik, konflik kepentingan, dan peran masyarakat kota dalam pembangunan.


Konsentrasi Kebijakan Pemerintahan

1. Analisis Kebijakan (3 SKS)
Memberikan pemahaman teknis dalam menganalisis siklus kebijakan, dari identifikasi masalah hingga evaluasi hasil kebijakan. Mahasiswa akan dilatih menggunakan model dan alat analisis kebijakan.


2. Inovasi Kebijakan (3 SKS)
Mata kuliah ini mengkaji pentingnya inovasi dalam sektor publik serta faktor-faktor yang mendorong atau menghambat munculnya kebijakan baru yang adaptif dan solutif.


3. Policy Communities (3 SKS)
Membahas konsep komunitas kebijakan, yakni jaringan aktor yang berkontribusi dalam proses kebijakan publik. Mahasiswa akan mempelajari dinamika koalisi, advokasi, dan pengaruh epistemic communities.


Konsentrasi Politik Elektoral

1. Studi Partisipasi (3 SKS)
Mengkaji bentuk-bentuk partisipasi politik masyarakat, baik formal seperti pemilu maupun non-formal seperti aksi massa. Fokus pada faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi dan efektivitasnya.


2. Gerakan Sosial dan Politik (3 SKS)
Mempelajari sejarah, teori, dan strategi gerakan sosial yang memengaruhi kebijakan dan struktur politik. Mahasiswa juga menganalisis peran media sosial dan mobilisasi massa dalam konteks politik saat ini.


3. Keadilan Pemilu (3 SKS)
Mata kuliah ini mengupas isu-isu keadilan dalam pelaksanaan pemilu, termasuk desain sistem pemilu, akses setara, distribusi kursi, serta mekanisme penyelesaian sengketa hasil pemilu.

Semester 6

Memasuki semester keenam, mahasiswa diperkenalkan pada mata kuliah yang mendorong pemahaman kontekstual terhadap dinamika politik, pembangunan, serta jejaring kekuasaan dalam pemerintahan. Mahasiswa juga mulai menyusun proposal skripsi sebagai bagian dari persiapan tugas akhir. Melalui konsentrasi dan mata kuliah pilihan, mahasiswa diberikan kebebasan untuk memperdalam fokus sesuai minat akademiknya.

24 SKS

Mata Kuliah

1. Analisis Politik Indonesia (3 SKS)
Mata kuliah ini menelaah perkembangan politik di Indonesia, termasuk aktor, institusi, dan kebijakan yang membentuk dinamika politik nasional. Fokus pembahasan mencakup sistem pemerintahan, partai politik, gerakan sosial, dan relasi antara pusat dan daerah. Mahasiswa diharapkan mampu menganalisis situasi politik Indonesia secara kritis dan sistematis.


2. Politik Pembangunan (3 SKS)
Mengkaji hubungan antara pembangunan dan proses politik, termasuk peran negara, birokrasi, dan masyarakat dalam merancang serta melaksanakan agenda pembangunan. Mahasiswa akan mempelajari teori pembangunan, strategi pengentasan kemiskinan, serta analisis atas kebijakan pembangunan di negara berkembang, khususnya Indonesia.


3. Jejaring Politik dan Pemerintahan (3 SKS)
Mata kuliah ini membahas konsep jejaring (networks) dalam tata kelola pemerintahan modern, yang melibatkan berbagai aktor lintas sektor seperti lembaga pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil. Mahasiswa akan memahami bagaimana kolaborasi antarlembaga mempengaruhi proses kebijakan publik dan pencapaian tujuan pemerintahan.


4. Manajemen Konflik (3 SKS)
Fokus pada strategi dan pendekatan dalam mendiagnosis, menangani, serta menyelesaikan konflik politik dan sosial. Mahasiswa akan mempelajari teori konflik, teknik mediasi dan negosiasi, serta studi kasus konflik vertikal dan horizontal di Indonesia.


5. Seminar Proposal Skripsi (3 SKS)
Mata kuliah ini merupakan tahap awal dalam penyusunan skripsi. Mahasiswa akan menyusun dan mempresentasikan proposal penelitian, mulai dari perumusan masalah, kajian teori, hingga metodologi penelitian. Kegiatan ini bertujuan untuk membimbing mahasiswa dalam mengembangkan penelitian yang berkualitas dan relevan dengan isu aktual.


Mata Kuliah Pilihan (Pilih Salah Satu)

1. Teknologi Informasi Pemerintahan (3 SKS)
Membahas pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung efisiensi, transparansi, dan partisipasi dalam pemerintahan. Topik meliputi e-government, digitalisasi pelayanan publik, serta keamanan data sektor publik.


2. Psikologi Politik (3 SKS)
Mengkaji aspek psikologis dalam perilaku politik, termasuk persepsi politik, opini publik, identitas politik, dan dinamika kepemimpinan. Mahasiswa akan memahami bagaimana psikologi individu dan kelompok memengaruhi keputusan politik.


3. Masyarakat Sipil dan Demokrasi (3 SKS)
Mata kuliah ini menelaah peran masyarakat sipil dalam memperkuat demokrasi. Fokus utama mencakup organisasi non-pemerintah, gerakan akar rumput, dan pengawasan terhadap kekuasaan negara melalui partisipasi aktif warga negara.


Konsentrasi Tata Kelola Pemerintahan

1. Politik Kesejahteraan (3 SKS)
Membahas kebijakan dan sistem perlindungan sosial yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mahasiswa akan mengevaluasi program kesejahteraan publik serta dinamika politik di balik pembentukan kebijakan sosial.


2. Hukum, Bisnis, dan Masyarakat (3 SKS)
Mengupas keterkaitan antara hukum, aktivitas ekonomi, dan struktur sosial. Mata kuliah ini membahas bagaimana kebijakan hukum mengatur dunia usaha dan dampaknya terhadap masyarakat, serta peran pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang adil dan inklusif.


Konsentrasi Kebijakan Pemerintahan

1. Pemberdayaan Masyarakat (3 SKS)
Mata kuliah ini menekankan pada pendekatan partisipatif dalam pembangunan, di mana masyarakat diberdayakan sebagai pelaku utama dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan. Mahasiswa akan mempelajari teknik fasilitasi, advokasi, dan strategi kolaboratif dalam pembangunan lokal.


2. Politik Gender (3 SKS)
Membahas teori dan praktik politik gender dalam proses kebijakan dan struktur pemerintahan. Mahasiswa diajak untuk menganalisis ketimpangan gender serta mengembangkan perspektif kesetaraan dalam penyusunan kebijakan publik.


Konsentrasi Politik Elektoral

1. Isu-isu Kontemporer dalam Politik (3 SKS)
Mengkaji fenomena politik mutakhir baik di tingkat nasional maupun global. Topik meliputi populisme, disinformasi, krisis demokrasi, serta dinamika politik identitas dan globalisasi.


2. Media dan Demokrasi (3 SKS)
Mata kuliah ini menelaah peran media massa dan media sosial dalam proses demokratisasi. Mahasiswa akan memahami hubungan antara media, opini publik, dan kekuasaan politik, serta tantangan etis dan profesional dalam komunikasi politik modern.


Semester 7

Memasuki semester ketujuh, mahasiswa difokuskan pada kegiatan pengabdian dan pengalaman profesional melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan magang. Kegiatan ini bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan praktis, jejaring kerja, serta keterampilan lapangan yang aplikatif dan kontekstual.

6 SKS

Mata Kuliah

1. Kuliah Kerja Nyata (KKN) (3 SKS)
Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara interdisipliner, di mana mahasiswa diterjunkan langsung ke lingkungan masyarakat untuk mengidentifikasi masalah lokal, menyusun program kerja, dan melaksanakan kegiatan pemberdayaan. KKN dirancang untuk mengasah kepekaan sosial, kemampuan analisis kontekstual, serta keterampilan berinteraksi dan berorganisasi di lapangan.


2. Kuliah Kerja Praktek (Magang) (3 SKS)
Melalui kegiatan magang di instansi pemerintahan, lembaga publik, atau organisasi non-profit, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam dunia kerja. Program ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tentang praktik administrasi publik, pelaksanaan kebijakan, dan dinamika birokrasi. Mahasiswa juga diharapkan dapat membangun jaringan profesional dan menerapkan kemampuan akademik dalam situasi nyata.


Semester 8

Pada semester kedelapan, mahasiswa diarahkan untuk menyelesaikan tugas akhir sebagai syarat kelulusan. Mahasiswa dapat memilih jalur penulisan skripsi atau penyusunan proyek/karya akhir yang relevan dengan bidang keilmuannya. Tujuannya adalah mengintegrasikan seluruh pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama studi.

6 SKS

Mata Kuliah

1. Skripsi (6 SKS)
Skripsi merupakan karya ilmiah hasil penelitian mandiri mahasiswa yang disusun secara sistematis dengan bimbingan dosen pembimbing. Mahasiswa dituntut untuk mampu merumuskan masalah, menyusun landasan teori, memilih metode yang tepat, menganalisis data, serta menyusun simpulan dan rekomendasi yang relevan dengan isu dalam bidang pemerintahan. Skripsi menunjukkan kemampuan berpikir kritis, metodologis, dan orisinal mahasiswa.

Alternatif tugas akhir untuk mahasiswa non-skripsi:
Tugas Akhir Proyek/Karya Bidang
Mahasiswa dapat memilih jalur non-skripsi berupa proyek atau karya profesional yang aplikatif, kreatif, dan berdampak langsung terhadap masyarakat atau dunia kerja. Bentuk tugas akhir ini tetap memerlukan perencanaan, pelaksanaan, dokumentasi, serta presentasi hasil akhir secara akademis.

Kontak

Jl. dr. Antonius Suroyo, Universitas Diponegoro, Kampus Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Kode Pos 50275
Telp : 024 - 7465407
Email : pemerintahan[at]live.undip.ac.id

You cannot copy content of this page